Pages

Selamat Datang Di Blog Desa Bandung, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan
 

Senin, 29 Januari 2018

0 komentar

Telp. 0877 7097 7747
Read more...
0 komentar

desabandungkonangbangkalan@gmail.com
Read more...
0 komentar
ORGANISASI DESA

IBU PKK

Di Desa Bandung, Kec. Konang, Kab. Bangkalan terdapat organisai ibu pkk dimana ibu pkk yang bisa mengerakkan masyarat terutama bagi ibu-ibu desa yang memiliki keterampilan yang masih belom dikembangkan.

KARANG TARUNA
Read more...
0 komentar

SOSIAL BUDAYA

Kelas Sosial

Secara garis besar, perekonomian masyarakat desa Bandung masih tergolong dalam kelas menengah kebawah. Hal ini karena mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani, pedagang, dan juga peternak. Kebanyakan petani yang ada didesa Bandung merupakan petani padi, jagung, dan juga kacang-kacangan. Hasil panen tersebut sebagian ada yang dijual namun sebagian juga untuk dikonsumsi sendiri oleh masyarakat desa Bandung. Seperti halnya yang ada di dua dusun desa Bandung, yaitu dusun Pangloros dan Galisan. Di dua dusun tersebut, hasil panen padi nya sebagian yang dijual ke pasar tradisional maupun ke luar daerah dan sebagian lagi untuk dikonsumsi sendiri oleh masyarakatnya dalam jangka waktu satu tahun. Untuk hasil panen jagung dan juga kacang-kacangan ini sendiri masih dijual secara mentah oleh masyarakat desa Bandung.
Selain bermatapencaharian sebagai petani, masyarakat desa Bandung itu sendiri juga ada yang bermatapencaharian sebagai pedagang. Kebanyakan dari para pedagangnya ini menjual hasil bumi nya dipasar-pasar tradisional yang ada ditiap-tiap dusunnya. Tidak hanya dari hasil buminya saja yang dijual, namun juga masyarakatnya banyak yang mendirikan toko-toko dan juga warung-warung kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Budaya dan Tradisi

Ada salah satu tradisi yg sedikit berbeda dibandingkan dengan desa desa atau tempat lain, di desa Bandung ini terdapat suatu kegiatan kerohanian dimana kegiatan tersebut dilaksanakan 1 bulan sekali di tempat yg berbeda, yaitu kegiatan SURGAWI.  Kegiatan surgawi ini sendiri merupakan suatu adat budaya desa Bandung yang sudah lama dilakukan, dan Kegiatan ini memiliki anggota kelompok yg dimana nantinya kegiatan rutin bulanan ini akan dilangsungkan atau diselenggarakan dikediaman setiap anggota Surgawi itu sendiri.
Secara garis besar, acara ini memiliki kesamaan dengan Pengajian pada umumnya, namun yg menjadi pembeda pada acara surgawi ini yaitu hidangan atau sajian yg dihidangkan 2 kali, yaitu di awal sebelum dimulai, yang kedua yaitu secara prasmanan ketika kegiatan telah dilaksanakan.
Kegiatan surgawi ini tidak dihadiri oleh semua warga desa, melainkan hanya kepala desa, Ustadz dan Kiyai Setempat, dan sesepuh desa. Diakhir acara ini, diselipkan Sedikit khotbah/ceramah oleh kiyai yg hadir, dimana ceramah tersebut yg mengingatkan kita bagaimana sikap kita terhadap bumi, manusia dan mengingat kepada sang Khalik. dan kegiatan yg diselenggarakan ini bukan dikhususkan untuk Kaum adam saja, namun Para istri dari suami pun turut serta mengikuti kegiatan ini.

Read more...
0 komentar

POTENSI DESA

Sumber Daya Alam

Jagung

Jagung merupakan salah satu komoditi dari desa Bandung kecamatan Konang kabupaten Bangkalan. Jagung komoditi khas desa Bandung ini mempunyai karakter yang berbeda dari jagung yang dibudidayakan pada umumunya. Di pulau Madura ini sendiri, terdapat 2 jenis jagung yang dibudidayakan, yaitu Elos dan Kretek.
         Jagung khas Madura khususnya di desa Bandung ini mempunyai bentuk yang lebih kecil, namun memiliki rasa dan kualitas yang bagus. Jagungnya dikenal tahan kering dan memiliki umur yang pendek yaitu 70 hari. Hal tersebut sangatlah cocok bagi topografi pulau Madura yang kering dan memiliki curah hujan yang cukup rendah. Sementara pada jagung-jagung pada umumnya memerlukan perawatan yang lebih intensif yaitu memerlukan sangat banyak air dan umurnya jauh lebih panjang, yaitu 95 hari.

Padi


Padi merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di daerah-daerah desa, khususnya di desa Bandung kecamatan Konang ini sendiri. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat desa Bandung itu yaitu sebagai petani padi. Luasnya lahan yang ada di desa Bandung ini sendiri  menjadikan padi sebagai salah satu komoditi utama yang terdapat Desa Bandung. Namun dari hasil panen padi yang dihasilkan, tidak semua hasil panen dijual keluar dareah desa Bandung melainkan sebagian untuk dikonsumsi oleh masyarakatnya sendiri. Tidak seperti di daerah-daerah desa lainnya yang kebanyakan memasarkan hasil panen padinya ke kota besar ataupun ke luar negeri, padatnya penduduk serta meningkatnya kebutuhan beras bagi masyarakat desa Bandung menjadi alasan mengapa sebagian dari hasil panen padi nya lebih banyak dikonsumsi sendiri daripada dijual dipasaran. Berdasarkan data dari Kecamatan Konang, 2 Dusun; Dusun Pangloros dan Galisan merupakan dusun dengan penghasil Padi paling banyak di Desa Bandung. Sedangkan 2 dusun yang tersisa; Tormas dan Krasaan merupakan dusun  yang mayoritas dengan penghasil Jagung paling banyak diantara 2 dusun lainnya.  


Kedelai

Selain jagung dan juga padi, kedelai juga merupakan salah satu hasil bumi yang terdapat di desa Bandung. Desa Bandung sendiri yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, sangatlah pandai dalam pemanfaatan lahannya. Hal tersebut karena para petani memanfaatkan lahan yang telah habis masa panen padi dan juga jagung dengan menanam kedelai. Namun belum disemua dusun di desa Bandung yang memanfaatkan lahannya setalah masa panen jagung untuk ditanami kedelai karena hanya di dusun Tormas saja yang menanam kedelai. Hasil panen kedelai itu sendiri tidak lantas diolah ataupun dikonsumsi sendiri oleh masyarakatnya, melainkan langsung dijual ke luar daerah. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang pengolahan hasil bumi untuk menjadi bahan pangan menjadi hal yang sangat disayangkan, mengingat kedelai itu sendiri dapat dioleh menjadi berbagai bahan pangan seperti susu sari kedelai, tempe, tahu, dll. Ini tentu saja nantinya akan dapat mengangkat perekonomian yang ada di desa Bandung ini sendiri. Agar meningkatkan kesadaran serta menambah pengetahuan masyarakat desa Bandung tentang pentingnya mengolah hasil bumi menjadi berbagai olahan bahan pangan khususnya kedelai, perlu kiranya diadakan sosialisasi dan juga pelatihan.


Sumber Daya Manusia

Pada umumnya, masyarakat di Desa Bandung berprofesi sebagai Petani. Bertani merupakan pekerjaan pokok bagi setiap masyarakatnya. Kontur tanah yang miring dan tidak rata di Desa Bandung, Konang menjadi keunikan tersendiri bagi Desa Bandung. Terasiring menjadi pemandangan yang sudah biasa diamati oleh masyarakat umum. Luasnya lahan menjadi satu alasan utama bagi masyarakatnya untuk berprofesi sebagai petani. Di desa Bandung itu sendiri mayoritas golongan petani lebih dominan dalam bercocok tanam jagung, padi, dan kedelai Ada juga kacang-kacangan namun hal itu tidak begitu menonjol dibandingkan dari ketiga tanaman jagung, padi dan kedelai tersebut. Seperti yang telah diketahui desa Bandung tersebut  terdapat empat dusun. Dari keempat dusun tersebut masing-masing dusun memiliki Cocok tanam yang berbeda-beda seperti yag telah disebutkan di atas. Kebanyakan dari golongan petani di desa Bandung termasuk dusun Pangloros itu sendiri lebih dominan dalam menanam padi dibandingkan jagung sedangkan dari ketiga dusun lainnya ada yang menanam jagung, kedelai dan juga kacang-kacangan. Masyarakat Bandung selain berprofesi sebagai petani sebagian juga ada yang berprofesi menjadi peternak, salah satu ternak yang paling banyak dipelihara oleh mayarakat Bandung itu sendiri adalah sapi dan juga ayam potong.

Sumber daya manusia itu sendiri selain dilihat dari segi pertanian salah satunya juga dilihat dari segi pendidikan, terkait mengenai pendidikan di desa Bandung sudah mulai berkembang hal tersebut dapat dilihat dengan adanya beberapa instansi pendidikan formal yang lengkap mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTS, MA, dan SMK. Sedangkan dilihat dari segi pendidikan informal di desa bandung juga terdapat beberapa pondok yang sudah disediakan untuk masyarakat yang ingin memondokkan putra dan putrinya. Namun, dari beberapa kelebihan tersebut juga terdapat kekurangan seperti kurangnya tenaga pengajar di sekolah-sekolah. Adapun tenaga kerja pegawai sipil itu rata-rata berasal dari luar daerah desa bandung itu sendiri sehingga sulitnya bagi masyarakat bandung untuk mendapat kesempatan menjadi pegawai negeri sipil yang tetap. Menjadi guru profesional tidaklah mudah khususnya di desa Bandung sendiri, seseorang tersebut harus dapat menekuni satu profesi yang sudah dijalani tanpa mengesampingkan suatu pekerjaannya. Pendidikan di desa bandung fasilitas bahan ajarnya masih sangat kurang untuk itu dibutuhkan media pemebelajaran yang menarik yang bisa menunjang terlaksananya suatu pembelajaran yang kreatif tidak hanya dari bahan ajar yang dibuat namun seorang guru juga harus mempunyai pemikiran yang kreatif dan inovatif.

Read more...

struktur organisasi pemerintahan

0 komentar

Read more...

Senin, 22 Januari 2018

0 komentar
VISI DAN MISI DESA


Visi :
"Terwujudnya Masyarakat Desa Yang Berbudaya Dan Berakhlaqul Karimah"

Misi :
1. Mewujudkan desa Bandung yang aman, sejuk, rindang, indah (Asri)
2. Mewujudkan warga desa yang harmonis
3. Mewujudkan desa yang solid dan solitif 
Read more...

Sejarah Desa

0 komentar

ASAL-USUL DESA BANDUNG

Awal mula cerita, terdapat seorang putra bernama Muhammad keturunan dari Kiai Lette. Muhammad mempunyai sebutan ‘Bhindhereh’ yang dalam Bahasa Madura berarti. Sementara kelahiran dan wafatnya Bhintdhereh Muhammad tidak diketahui. Beliau adalah orang Madura asli yang mempunyai istri (tidak diketahui namanya). Muhammad sangat berpengaruh dan disegani oleh masyarakat di desa yang ditinggalinya. Muhammad mempunyai banyak anak (tidak diketahui nama-namanya). Sehingga dia mempunyai kebiasaan menggendong anak-anaknya di depan dan di belakang. Istilah menggendong dalam Bahasa Madura ialah ‘Abhen-Embhen dan Adhung-gendhung’. Dua istilah tersebut disingkat  menjadi ‘Bhendung’. Apabila diterjemahka dalam Bahasa Imdonesia adalah ‘Bandung’. Di desa Bandung ini terdapat 4 dusun yang terbagi atas dusun Pangloros, dusun Tormas, dusun Kerasaan, dan dusun Galisan.

Asal-usul Dusun Pangloros

Dusun Pangloros terletak di desa Bandung. Menurut cerita setempat, terdapat perempatan jalan yang lurus. Masyarakat setempat merasa sangat mudah atau gampang untuk menemukan jalan tersebut. Sehingga terdapat dua nama yang diangkat menjadi nama dusun dari cerita tersebut ialah ’Gempang dan Loros’. Pada akhirnya menjadi ‘Pangloros’.

Asal-usul Dusun Tormas

Tormas adalah kependekan dari ‘Toros (Teras) dan Emas’. Pada zaman dahulu, terdapat seorang tokoh masyarakat (tidak diketahui namanya). Beliau mempunyai sifat jujur, dan taat beribadah. Beliau membangun rumah dan musholla dengan teras dan peralatan yang dimiliki terbuat dari emas. Kilauan emas tersebut terlihat hingga ke desa sebelah pada malam hari. Akan tetapi emas yang dimiliki tidak dapat dilihat oleh orang biasa. Hanya orang-orang yang memiliki kelebihan dapat melihat keistimewaan yang dimiliki oleh beliau.

Asal-usul Dusun Kerasaan

Menurut cerita setempat, di dusun tersebut mempunyai suatu tempat yang indah yaitu air terjun. Air terjun tersebut hanya ada pada saat musim hujan. Bunyi gemericik air yang didengar oleh warga setempat berbeda di malam hari. Bunyi air tersebut diistilahkan dalam Bahasa Madura ialah ‘Kerasaan’. 
Read more...
0 komentar

DEMOGRAFI DESA

Desa Bandung merupakan salah satu dari 13 desa yang ada di kecamatan Konang, kabupaten Bangkalan. Jarak tempuh dari kota Bangkalan menuju desa Bandung yaitu sekitar 31 km, sedangkan jarak tempuh dari desa Bandung menuju kecamatan Konang yaitu kurang lebih 1 km.
            Secara geografis, letak desa Bandung ada pada ketinggian 45 meter DPL. Luas wilayahnya yaitu 662,04 Km2
LETAK
DESA
KECAMATAN
BATAS UTARA
GENTING
KECAMATAN KOKOP
BATAS TIMUR
KONANG
KABUPATEN SAMPANG
BATAS BARAT
PAKES
KECAMATAN GEGER
BATAS SELATAN
KEC. BLEGA
KECAMATAN BLEGA

NO.
PENGGUNAAN
LUAS
1.
Tanah Sawah
128,37
2.
Tanah Tegalan
334,04
3.
Bangunan/pekarangan
159,63
4.
Hutan Negara
-
5.
Lain-lain
-
JUMLAH
622.04
Orbitasi Desa Bandung, kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan:
NO.
JARAK DESA
KM
1.
Desa ke Kecamatan
1,6
2.
Desa ke Kabupaten
31
3.
Desa ke Provinsi
65
4.
Desa ke Pusat
-
Jumlah penduduk desa Bandung yaitu sebanyak 3.772 jiwa yang terbagi atas  dengan rincian sebagai berikut:
NO.
JENIS KELAMIN
JUMLAH
1.
Laki-laki
1.611 jiwa
2.
Perempuan
1.488 jiwa
3.
Kepala keluarga
754 KK

 

Jumlah Penduduk Menurut Dusun


No.
Nama Dusun
Jumlah
1.
Pangloros
936
2.
Galisan
1043
3.
Tormas
1026
4.
Krasa’an
649

 

Jumlah Penduduk Menurut Agama


NO
AGAMA
JIWA
1.
Islam
3681
2.
Protestan
-
3.
Katholik
-
4.
Hindu
-
5.
Budha
-
6.
Lainnya
-

Sarana Peribadatan


NO.
SARANA
JUMLAH
1.
Masjid
26
2.
Mushala
48
3.
Gereja
-
5.
Kelenteng
-

 

Jumlah Penduduk menurut Mata pencaharian



No
Mata Pencaharian
Jumlah
1
Pegawai Negeri Sipil
24 jiwa
2
TNI
-
3
Polri
-
4
Swasta
-
5
Dokter
-
6
Bidan
2 jiwa
7
Perawat
3 jiwa
8
Wiraswasta/Pedagang
104 jiwa
9
Petani
425 jiwa
10
Pertukangan
43 jiwa
11
Buruh Tani

12
Pensiunan
-
13
Nelayan
-
14
Pemulung
-
15
TKI
-
16
TKW
-
17
Peternak
-
18
Tidak bekerja
-

 




Read more...
 
Desa Bandung © 2018