Pages

Selamat Datang Di Blog Desa Bandung, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan
 

Senin, 29 Januari 2018

0 komentar

POTENSI DESA

Sumber Daya Alam

Jagung

Jagung merupakan salah satu komoditi dari desa Bandung kecamatan Konang kabupaten Bangkalan. Jagung komoditi khas desa Bandung ini mempunyai karakter yang berbeda dari jagung yang dibudidayakan pada umumunya. Di pulau Madura ini sendiri, terdapat 2 jenis jagung yang dibudidayakan, yaitu Elos dan Kretek.
         Jagung khas Madura khususnya di desa Bandung ini mempunyai bentuk yang lebih kecil, namun memiliki rasa dan kualitas yang bagus. Jagungnya dikenal tahan kering dan memiliki umur yang pendek yaitu 70 hari. Hal tersebut sangatlah cocok bagi topografi pulau Madura yang kering dan memiliki curah hujan yang cukup rendah. Sementara pada jagung-jagung pada umumnya memerlukan perawatan yang lebih intensif yaitu memerlukan sangat banyak air dan umurnya jauh lebih panjang, yaitu 95 hari.

Padi


Padi merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di daerah-daerah desa, khususnya di desa Bandung kecamatan Konang ini sendiri. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat desa Bandung itu yaitu sebagai petani padi. Luasnya lahan yang ada di desa Bandung ini sendiri  menjadikan padi sebagai salah satu komoditi utama yang terdapat Desa Bandung. Namun dari hasil panen padi yang dihasilkan, tidak semua hasil panen dijual keluar dareah desa Bandung melainkan sebagian untuk dikonsumsi oleh masyarakatnya sendiri. Tidak seperti di daerah-daerah desa lainnya yang kebanyakan memasarkan hasil panen padinya ke kota besar ataupun ke luar negeri, padatnya penduduk serta meningkatnya kebutuhan beras bagi masyarakat desa Bandung menjadi alasan mengapa sebagian dari hasil panen padi nya lebih banyak dikonsumsi sendiri daripada dijual dipasaran. Berdasarkan data dari Kecamatan Konang, 2 Dusun; Dusun Pangloros dan Galisan merupakan dusun dengan penghasil Padi paling banyak di Desa Bandung. Sedangkan 2 dusun yang tersisa; Tormas dan Krasaan merupakan dusun  yang mayoritas dengan penghasil Jagung paling banyak diantara 2 dusun lainnya.  


Kedelai

Selain jagung dan juga padi, kedelai juga merupakan salah satu hasil bumi yang terdapat di desa Bandung. Desa Bandung sendiri yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani, sangatlah pandai dalam pemanfaatan lahannya. Hal tersebut karena para petani memanfaatkan lahan yang telah habis masa panen padi dan juga jagung dengan menanam kedelai. Namun belum disemua dusun di desa Bandung yang memanfaatkan lahannya setalah masa panen jagung untuk ditanami kedelai karena hanya di dusun Tormas saja yang menanam kedelai. Hasil panen kedelai itu sendiri tidak lantas diolah ataupun dikonsumsi sendiri oleh masyarakatnya, melainkan langsung dijual ke luar daerah. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang pengolahan hasil bumi untuk menjadi bahan pangan menjadi hal yang sangat disayangkan, mengingat kedelai itu sendiri dapat dioleh menjadi berbagai bahan pangan seperti susu sari kedelai, tempe, tahu, dll. Ini tentu saja nantinya akan dapat mengangkat perekonomian yang ada di desa Bandung ini sendiri. Agar meningkatkan kesadaran serta menambah pengetahuan masyarakat desa Bandung tentang pentingnya mengolah hasil bumi menjadi berbagai olahan bahan pangan khususnya kedelai, perlu kiranya diadakan sosialisasi dan juga pelatihan.


Sumber Daya Manusia

Pada umumnya, masyarakat di Desa Bandung berprofesi sebagai Petani. Bertani merupakan pekerjaan pokok bagi setiap masyarakatnya. Kontur tanah yang miring dan tidak rata di Desa Bandung, Konang menjadi keunikan tersendiri bagi Desa Bandung. Terasiring menjadi pemandangan yang sudah biasa diamati oleh masyarakat umum. Luasnya lahan menjadi satu alasan utama bagi masyarakatnya untuk berprofesi sebagai petani. Di desa Bandung itu sendiri mayoritas golongan petani lebih dominan dalam bercocok tanam jagung, padi, dan kedelai Ada juga kacang-kacangan namun hal itu tidak begitu menonjol dibandingkan dari ketiga tanaman jagung, padi dan kedelai tersebut. Seperti yang telah diketahui desa Bandung tersebut  terdapat empat dusun. Dari keempat dusun tersebut masing-masing dusun memiliki Cocok tanam yang berbeda-beda seperti yag telah disebutkan di atas. Kebanyakan dari golongan petani di desa Bandung termasuk dusun Pangloros itu sendiri lebih dominan dalam menanam padi dibandingkan jagung sedangkan dari ketiga dusun lainnya ada yang menanam jagung, kedelai dan juga kacang-kacangan. Masyarakat Bandung selain berprofesi sebagai petani sebagian juga ada yang berprofesi menjadi peternak, salah satu ternak yang paling banyak dipelihara oleh mayarakat Bandung itu sendiri adalah sapi dan juga ayam potong.

Sumber daya manusia itu sendiri selain dilihat dari segi pertanian salah satunya juga dilihat dari segi pendidikan, terkait mengenai pendidikan di desa Bandung sudah mulai berkembang hal tersebut dapat dilihat dengan adanya beberapa instansi pendidikan formal yang lengkap mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTS, MA, dan SMK. Sedangkan dilihat dari segi pendidikan informal di desa bandung juga terdapat beberapa pondok yang sudah disediakan untuk masyarakat yang ingin memondokkan putra dan putrinya. Namun, dari beberapa kelebihan tersebut juga terdapat kekurangan seperti kurangnya tenaga pengajar di sekolah-sekolah. Adapun tenaga kerja pegawai sipil itu rata-rata berasal dari luar daerah desa bandung itu sendiri sehingga sulitnya bagi masyarakat bandung untuk mendapat kesempatan menjadi pegawai negeri sipil yang tetap. Menjadi guru profesional tidaklah mudah khususnya di desa Bandung sendiri, seseorang tersebut harus dapat menekuni satu profesi yang sudah dijalani tanpa mengesampingkan suatu pekerjaannya. Pendidikan di desa bandung fasilitas bahan ajarnya masih sangat kurang untuk itu dibutuhkan media pemebelajaran yang menarik yang bisa menunjang terlaksananya suatu pembelajaran yang kreatif tidak hanya dari bahan ajar yang dibuat namun seorang guru juga harus mempunyai pemikiran yang kreatif dan inovatif.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Desa Bandung © 2018