Pages

Selamat Datang Di Blog Desa Bandung, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan
 

Senin, 29 Januari 2018

0 komentar

SOSIAL BUDAYA

Kelas Sosial

Secara garis besar, perekonomian masyarakat desa Bandung masih tergolong dalam kelas menengah kebawah. Hal ini karena mayoritas masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani, pedagang, dan juga peternak. Kebanyakan petani yang ada didesa Bandung merupakan petani padi, jagung, dan juga kacang-kacangan. Hasil panen tersebut sebagian ada yang dijual namun sebagian juga untuk dikonsumsi sendiri oleh masyarakat desa Bandung. Seperti halnya yang ada di dua dusun desa Bandung, yaitu dusun Pangloros dan Galisan. Di dua dusun tersebut, hasil panen padi nya sebagian yang dijual ke pasar tradisional maupun ke luar daerah dan sebagian lagi untuk dikonsumsi sendiri oleh masyarakatnya dalam jangka waktu satu tahun. Untuk hasil panen jagung dan juga kacang-kacangan ini sendiri masih dijual secara mentah oleh masyarakat desa Bandung.
Selain bermatapencaharian sebagai petani, masyarakat desa Bandung itu sendiri juga ada yang bermatapencaharian sebagai pedagang. Kebanyakan dari para pedagangnya ini menjual hasil bumi nya dipasar-pasar tradisional yang ada ditiap-tiap dusunnya. Tidak hanya dari hasil buminya saja yang dijual, namun juga masyarakatnya banyak yang mendirikan toko-toko dan juga warung-warung kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Budaya dan Tradisi

Ada salah satu tradisi yg sedikit berbeda dibandingkan dengan desa desa atau tempat lain, di desa Bandung ini terdapat suatu kegiatan kerohanian dimana kegiatan tersebut dilaksanakan 1 bulan sekali di tempat yg berbeda, yaitu kegiatan SURGAWI.  Kegiatan surgawi ini sendiri merupakan suatu adat budaya desa Bandung yang sudah lama dilakukan, dan Kegiatan ini memiliki anggota kelompok yg dimana nantinya kegiatan rutin bulanan ini akan dilangsungkan atau diselenggarakan dikediaman setiap anggota Surgawi itu sendiri.
Secara garis besar, acara ini memiliki kesamaan dengan Pengajian pada umumnya, namun yg menjadi pembeda pada acara surgawi ini yaitu hidangan atau sajian yg dihidangkan 2 kali, yaitu di awal sebelum dimulai, yang kedua yaitu secara prasmanan ketika kegiatan telah dilaksanakan.
Kegiatan surgawi ini tidak dihadiri oleh semua warga desa, melainkan hanya kepala desa, Ustadz dan Kiyai Setempat, dan sesepuh desa. Diakhir acara ini, diselipkan Sedikit khotbah/ceramah oleh kiyai yg hadir, dimana ceramah tersebut yg mengingatkan kita bagaimana sikap kita terhadap bumi, manusia dan mengingat kepada sang Khalik. dan kegiatan yg diselenggarakan ini bukan dikhususkan untuk Kaum adam saja, namun Para istri dari suami pun turut serta mengikuti kegiatan ini.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Desa Bandung © 2018